Skip to content
didin-s-winata-positive-selftalk-specialist

Selftalk dan Corona

Salam Positive Selftalk,

Sudah hampir tiga bulan ini kita dihebohkan dengan berita-berita terkait COVID-19 yang begitu cetar membahana ke seluruh pelosok belahan dunia.

Sadarkah kamu, sudah berapa kali kamu melakukan selftalk atau berbicara dengan diri sendiri terkait COVID-19 ini?

Kiamat sudah dekat

Tuhan marah karena manusia terlalu banyak dosa

Wah, agak demam nih….jangan-jangan…..

Virus itu sudah semakin….jangan-jangan…

Bagaimana kalau saya…., jangan-jangan…..

Saya takut terkena…..

Waduh, saya belum minum vitamin, saya takut….

Kalimat tersebut sengaja tidak saya lanjutkan, saya tidak ingin kamu malah tersugesti dan tambah panik.

Jika kamu berpikir kuat maka kamu akan kuat, sebaliknya jika kamu berpikir lemah maka kamu akan merasa lemah. Maka, usahakan dan lawan selftalk negatifmu dengan selftalk-selftalk positif yang memberdayakan diri kamu.

If you want to change your life, begin by changing your words. Start speaking the words of your dreams, of who you want to become, not the words of fear or failure.
Robert T. Kiyosaki

Seperti kata Robert T. Kiyosaki, jika kamu ingin merubah hidup kamu maka mulailah dengan merubah kata-katamu. Ubahlah kata-katamu maka nasibmupun akan berubah.

So, sahabat selftalk, memang tidak mudah…. disaat kita dibombardir setiap harinya dengan berita-berita negatif tentang COVID-19 dan kita malah harus melakukan selftalk positif. Tetapi jika kamu ingin tetap sehat mental dan fisikmu, maka kamu perlu melakukannya. Jika tidak, kamu sendiri yang akan menanggung akibatnya.

BACA JUGA: How To Kill Your Time

Self-fulfilling Prophecy

Mengutip dari Wikipedia, self-fulfilling prophecy is a prediction that directly or indirectly causes itself to become true, by the very terms of the prophecy itself, due to positive feedback between belief and behavior. 
Ramalan seseorang terhadap apa yang akan dialami, baik berupa prediksi positif maupun negatif yang menjelma menjadi realita. Dengan bahasa lain, ‘Apa yang kamu pikirkan, rasakan, dan inginkan, itulah yang akan kamu peroleh.

Sahabat, daripada kita meramalkan kejadian negatif melalui sebuah selftalk, maka segera ubahlah selftalk kamu dengan kalimat-kalimat atau afirmasi-afirmasi positif. Ingat, self-fulfilling prophecy, apa yang kamu pikirkan dan rasakan itulah yang akan kamu peroleh.

positive selftalk mindfull
pixabay

Dalam buku ‘The Secret‘ karangan Rhonda Byrne, ada istilah ‘Law of Attraction‘, atau hukum tarik menarik dan tabur tuai. Ketika kamu memikirkan hal-hal negatif maka kamu akan menarik hal-hal negatif dalam hidup kamu. So, berhati-hatilah.

Be mindfull of your selftalk. It’s conversation with the universe. You are a being, full of infinite possibilities!” Focus your mind with positivity and you will have dictated the direction of your journey, your soul and your being, cascading in infinite abundance.
Angie Karan

Sahabat, berhati-hatilah dengan selftalk kamu, karena kamu seperti sedang berbicara degan semesta dan semesta akan mewujudkan keinginan kamu. Ingat, kata-kata adalah do’a. Maka berhati-hatilah.

Daripada terus menyebarkan berita negatif, membuat panik dan membuat takut, alangkah baiknya jika kamu membuat afirmasi dan berusaha melakukan positive selftalk. Selain melatih mindset kamu agar terus positif dan berdaya, kamupun ikut membantu ketenangan teman-temanmu.

Tahukah kamu, bangsa Tiongkok berhasil dengan cepat dalam menghentikan wabah COVID-19 karena mereka terus saling memberi semangat dan menyebarkan berita baik dan positif. Tidak seperti warga -062? Nampaknya perlu perubahan mindset agar kita bisa bersikap positif dan memberdayakan.

Berikut beberapa selftalk positif yang bisa kamu ucapkan sehari-hari selama musim covid-19 ini.

Yes, Ramadhan datang, COVID-19 menghilang

Tubuhku sehat, imunku kuat terima kasih Tuhan, atas kesehatan yang Engkau berikan

Hidupku penuh berkah, Tuhan selalu melindungi diri dan keluargaku

Mulai saat ini dan selamanya, aku merasa tenang, nyaman dan damai. Setiap tarikan dan hembusan nafasku selalu mendatangkan ketenangan dan kedamaian

Wahai tubuhku, engkau sungguh hebat dan menakjubkan. Engkau mempunya sel-sel dan organisme penyembuhan diri yang sangat menakjubkan

Wahai tubuhku, aku perintahkan saat ini juga untuk selalu menciptakan keseimbangan. Seluruh sel-sel dan organ-organ tubuh agar senantiasa bekerja normal

Semua ini tidak seburuk yang saya kira, semua akan baik-baik saja dan pulih kembali

Saya yakin semua kejadian yang tidak memberdayakan ini akan berlalu

Tubuhku sangat jenius, ia tahu persis apa yang harus dilakukannya

Saya diberkahi dengan tubuh yang sehat dan kuat

Tubuhku fit dan sehat

Ucapkan selftalk di atas dan ulangi setiap harinya, minimal dua kali setiap seharinya.

Selamat mencoba.
Salam keberuntungan,

Didin S Winata
Selftalk Specialist
http://positiveselftalk.id
http://didinswinata.wordpress.com

ACTION DAFTAR dan JOIN Workshop dan Training SEKARANG JUGA..
Workshop Positive Selftalk Jakarta Tahun 2020
Workshop Positive Selftalk Solo Tahun 2020
Workshop Positive Selftalk Cirebon Tahun 2020
Workshop Positive Selftalk Bandung Tahun 2020
Training Public Speaking Bandung Tahun 2020
Training Boost Confidence Jakarta Tahun 2020
Training Boost Confidence Bandung Tahun 2020

Didin S Winata Positive Selftalk Specialist

How To Kill Your Time?

Salam Positive Selftalk,

Bosan ? Ya, pastinya sangat terasa membosankan jika tidak ada yang kamu lakukan atau hanya melakukan yang ‘itu-itu’ saja. Apalagi saat ini, dunia sedang dibombardir dengan berita-berita terkait corona yang begitu cetar membahana, luar biasa dan bikin ‘ambyarrr’ seluruh antero negeri.

Alhasil, pemerintahpun menganjurkan kamu untuk melakukan ‘social distancing‘, ‘work and learn from home‘, menjauhi kerumunan dan bahkan pergi ke tempat ibadahpun saat ini sangat tidak dianjurkan (dilarang). Sedih ya,….kita belum sempat rajin atau rutin ke tempat ibadah tapi sudah dilarang. Ampuni kami Tuhan. Kita doakan semoga ini hanya sementara saja.

Yuukk lakukan ‘social distancing‘, jangan sampai kamu masuk golongan orang-orang yang ‘covidiot‘.

BACA JUGA: Corona Milik ‘Si Pemberani’

Sahabat,

Terus mau ngapain kalau kita terus-terusan di rumah. Kalau sehari dua hari sih ok ya,…lha ini dalam waktu yang tidak menentu dan tidak di tentukan…

Berikut saya bocorkan cara membunuh waktumu agar kamu tidak jenuh dan bosan versi “dsw positive selftalk” ;

  1. Membaca
    Bagi sahabat yang tidak suka membaca, coba rubah ‘mindset’ kamu dan katakan dalam hati;
    “Mulai saat ini dan selamanya saya suka membaca, membaca apa saja terutama terkait motivasi, inspirasi dan pemberdayaan diri”

    Mulailah dengan membaca artikel-artikel pendek atau buku-buku tipis pemberdayaan diri, atau buku-buku yang terkait dengan ‘passion‘ kamu. Apakah itu buku marketing, terkait hobby kamu seperti berkebun, ikan hias, desain, otomotif, olah raga, barista coffee dsb.
  2. Meditasi
    Tidak usah berpikiran rumit, kamu bisa melakukan meditasi untuk relaksasi, ketenangan dan fokus secara simple dan sederhana.

    Kamu boleh duduk bersila, badan santai dan rileks. Tarik nafas pelan-pelan selama hitungan 7 detik, tahan di perut selama 1 detik dan hembuskan perlahan dalam hitungan 5 detik. Kamu boleh lakukan di pagi hari ketika udara masih bersih dan segar.
  3. Mendengarkan Musik
    Coba kamu dengarkan musik yang menenangkan batin. Seperti musik-musik instrumental untuk meditasi, soft jazz, jazz in the morning, jazz night, apa musik yang kamu sukai. Jika mendengarkan lagu, coba dengarkan lagu yang membangkitkan semangatmu, bukan lagu melow yang malah bikin kamu jadi lebih sedih, ‘gabut’ dan bikin kamu ‘mager’. So, semangat ya kakak….. om… dan tante semua….
  4. Merapikan rak buku dan rak baju
    Boleh jadi rak buku dan baju kamu selama ini jarang kamu perhatikan. Nah, saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukannya. Siapa tahu wabah ini cepat mereda dari yang diperikirakan banyak orang. Saat itu kamu sudah siap tentunya.
  5. Berlatih Kesadaran Penuh
    Selain meditasi yang sudah banyak orang percaya akan mendatangkan ketenangan bagi yang melakukannya ternyata ‘mindfullness‘ juga penting. ‘Mindfullness‘ adalah melakukan sesuatu dengan kesadaran penuh. Misalkan kamu sedang melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, maka lakukan dengan kesadaran penuh ketika melakukannya, ucapkan kata-kata positif, afirmasi atau rasa bersyukur. Atau ketika kamu sedang mandi. Lakukan kesadaran ketika kamu membersihkan setiap bagian tubuh kamu.
  6. Berlatih Public Speaking
    Nah, ini skill yang harus kamu latih. Mungkin kamu sudah pernah ikut pelatihan dan kursus public speaking. Saatnya kini kamu melatih skill kamu itu agar lebih mahir lagi. Berdirilah kamu di suatu ruangan. Letakkan kursi-kursi kosong dan bayangkan atau visualisasikan ada audien di depan kamu. Latih dan praktikanlah.
  7. Berlatih membuat selftalk atau afirmasi positif
    Coba kamu latihan membuat afirmasi positif. Karena sekarang sedang ‘hot’ berita terkait corona maka tidak ada salahnya kamu melakukan afirmasi positif seperti, “Semua kejadian ini hanya sementara, corona segera pergi dan cepat berlalu. Selamat tinggal corona, saya mengijinkan dirimu untuk pergi dan lenyap secepat-cepatnya
  8. Membuat jurnal bersyukur
    Jika kamu merasa jarang sekali melakukan ritual bersyukur. Inilah saat yang tepat. Cobalah untuk membuat jurnal beryukur. Buatlah daftar-daftar yang sudah kamu peroleh sampai sejauh ini yang wajib kamu syukuri. Atau kamu bisa mulai dengan mensyukuri atas kesehatan tubuh dan panca indramu saat ini. “Saya bersyukur atas mataku yang masih dapat melihat dengan jelas

Sahabat, itulah ke delapan jurus mengatasi kejenuhan di rumah versi saya. Kamu boleh menambahkan yang lainnya menurut versimu sendiri.

Selamat Pagi,
Salam keberuntungan…

Didin S Winata
Selftalk Specialist

https://positiveselftalk.id
https://didinswinata.wordpress.com

NB : Covidiot istilah baru yang diberikan kepada mereka yang bandel atau tidak mau melakukan ‘social distancing’.

Didin S Winata Selftalk Specialist

Corona Milik Si ‘Pemberani’

Sahabat Selftalk,

Selamat sore sahabat, apa kabar semua? Semoga semua dalam keadaan baik, sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan YMK… Aamiin…

Tidak bisa tidak, mau tidak mau, suka tidak suka, hampir semua orang saat ini sedang tertuju dan terfokus kepada sesuatu yang tidak kelihatan yaitu virus corona. Bagaikan hantu, mahluk ini tidak kelihatan tapi begitu menakutkan.

Apakah saat ini kamu sedang takut atau ketakutan? Takut boleh lah ya asal tidak ketakutan. Karena takut cenderung melahirkan tindakan logis sedangkan ketakutan cenderung melahirkan tindakan tidak logis.

Kalau kamu saat takut, maka saya ucapkan selamat! Karena corona itu hanya milik si ‘pemberani’…..

Si ‘Pemberani’ akan melakukan banyak hal seperti, berani pergi ke kerumunan massa, berani tidak melakukan masker jika berpergian, berani tidak menjaga jarak ketika berdekatan, berani tidak mencuci tangan, berani tidak menjaga kebersihan, masih berani berkeliaran padahal tidak ada hal urgent, berani mengakses berita-berita yang membuat panik dan menakutkan, dan masih banyak keberanian lain….

BACA JUGA: Tips Agar Mental Kamu Sehat

Maka saya ucapkan selamat bagi si penakut, karena si penakut akan melakukan hal sebaliknya.

So, jangan terlalu berpikiran positif untuk kasus corona ini, kamu mesti waspada dan hati-hati juga.

Jangan seperti kucing yang selalu berpikiran positif ketika menyebrang jalan. Saking berpikiran positif banyak kucing tidak melihat ke kiri dan kanan. Maka lihatlah, banyak kucing yang tertabrak kendaraan.

So, gunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun, hindari kerumunan, dan ingat selalu untuk berdo’a. Mohon perlindungan agar selalu dalam lindungan Alloh SWT, Tuhan YMK.

Salam Keberuntungan

Didin S Winata
Selftalk Specialist
http://positiveselftalk.id
http://didinswinata.wordpress.com

Training dan Workshop kunjungi https://positiveselftalk.id

Workshop Positive Selftalk Jakarta Tahun 2020
Workshop Positive Selftalk Solo Tahun 2020
Workshop Positive Selftalk Cirebon Tahun 2020
Workshop Positive Selftalk Bandung Tahun 2020
Training Public Speaking Bandung Tahun 2020
Training Boost Confidence Jakarta Tahun 2020
Training Boost Confidence Bandung Tahun 2020

didin-s-winata-positive-selftalk-specialist

Tips Agar Mental Kamu Sehat

Sahabat Selftalk,

Apa Kabar hari ini ? Tetap semangat dan jaga agar selftalk kamu tetap positif yaaa….

Saya tidak akan membahas tentang virus corona yang beritanya sangat cetar membahana. Atau barangkali kamu malah bosan dengar berita dan informasinya. Banyak sekali berita yang bersifat edukasi atau provokasi, berita yang menyejukkan dan manakutkan, berita yang support atau berita horor. Berita yang masuk akal atau sangat dangkal.

Saya bukanlah psikolog, apalagi ngaku-ngaku psikolog… Bukan ! Saya hanya suka belajar tentang ilmu psikologi. Walau bukan psikolog saya banyak belajar tentang pengelolaan emosi, neuro linguistik program, hypnoterapi dan mindset positif, positive selftalk dan fisika quantum.

Dalam tulisan ini saya mengajak sahabat selftalk untuk menjaga kesehatan mental terkait wabah yang beritanya sangat ‘cetar membahana’ ini.

Nah, kesehatan mental ini terkait dengan rasa bahagia. Untuk itu saya sering mengajak marilah terus mengakses rasa bahagia tersebut.

Menurut Diener, Sandvik, & Pavot, 2009 dalam jurnal Tips Tetap Bahagia Saat Karantina Diri Hadapi Covid-19 oleh Subhan El Hafiz.
Mengatakan bahwa durasi dan frekuensi rasa senang lebih berperan pada kebahagiaan daripada intensitas rasa senang itu sendiri.

Jadi kamu cukup memikirkan hal sederhana yang membuat senang dan bahagia namun dengan frekuensi yang tinggi. Dengan kata lain, banyaklah dan seringlah merasa senang lebih baik daripada sedikit walaupun yang sedikit itu sangat menyenangkan.

Kesimpulannya, dari pada kamu memikirkan rasa senang dan bahagia dengan intensitas tinggi namun jarang, maka alangkah baiknya memikirkan hal-hal kecil yang mendatangkan rasa bahagia tetapi kamu sering melakukannya.

Apa saja hal-hal kecil yang bisa mendatangkan rasa bahagia itu ?

Misalkan kamu senang membaca buku, menulis artikel, bercanda dengan anak, membuat craft atau kerajinan, membereskan rumah, merapihkan kamar tidur, menata furnitur, memberi makan ikan atau kucing, menyiram tanaman atau apa saja yang membuat kamu bahagia.

BACA JUGA: Hypnosis, Virus Corona & Pikiran Bawah Sadar

So, kurangi membaca Whatsapp yang tidak memberdayakan, membuat kamu stress, tegang atau malah panik berlebihan.

Tahukah kamu, jika stress, cemas, resah, gelisah dan panik berlebihan itu akan membuat imun tubuh kamu menurun ?

Pastinya kamu tidak mau jika imun tubuh kamu menurun kan ? Apalagi dalam situasi sekarang ini.

So, kurangi asupan informasi yang overload tentang virus corona itu. Biarkan tubuh kamu sehat dan kuat, terutama sehat dan kuat mental kamu … Caranya gimana ? ya kurangi asupan informasi tentang virus corona jangan sampai overload dalam pikiran kamu.

Jika kamu bahagia, maka imun tubuhmu juga akan kuat

Sahabat selftlak,

Pastinya kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan… Kamu hanya tinggal melakukan apa yang kamu tahu.

Dah, segitu saja… Saya tahu ini semua dasyat… Tapi saya yakin kamu juga mempunyai kekuatan yang dasyat….!!!

Kita bisa….Indonesia bisa !

Salam Keajaiban,

DSW
Selftalk Specialist

Workshop Positive Selftalk Jakarta bisa daftar di sini
Workshop Positive Selftalk Solo bisa daftar di sini
Workshop Positive Selftalk Cirebon bisa daftar di sini

Didin S Winata Positive Selftalk Specialist

Hypnosis, Virus Corona & Pikiran Bawah Sadar

“Gak perlulah sibuk menyebarkan isu yang tidak jelas tanpa keterangan”

Sering saya beritahukan di ruang kelas workshop positive selftalk bahwa faktor penyebab orang terhipnosis adalah ketika pikiran seseorang sedang fokus, emosi, dan kaget. Maka tidak mengherankan bagi saya bahwa saat ini banyak orang terhipnosis dengan pemberitaan tentang kasus corona yang begitu masif melebihi penyebaran virus itu sendiri.

Dalam kondisi fokus, emosi, dan kaget, segala informasi akan mudah masuk diserap oleh pikiran bawah sadar kita. Informasi-informasi mudah masuk karena gerbang (filter/RAS) pikiran bawah sadar kita sedang terbuka. Tak heran, banyak orang begitu cemas, resah, gelisah, panik dan takut berlebihan karena hampir semua informasi itu diserap sebagai suatu kebenaran.

Terakhir barusan saya dengar pesan berantai melalui whatapps group dari seorang dokter di RSHS Bandung yang begitu mencekam yang ternyata adalah berita ‘hoax’, sungguh keji dan menjengkelkan. Tanpa pikir panjang orang dengan mudahnya menyebarkan kepada orang lain.

Sahabat Selftalk

Ada 5 faktor yang mempermudah informasi masuk menembus pikiran bawah sadar dan mudah diterima kebenarannya. Kelima faktor itu adalah :

  1. Figur otoritas. Informasi disampaikan oleh orang yang memegang otoritas seperti pemerintah, orang tua, atasan, dokter, pejabat dsb. Hal ini menjadikan pesan yang disampaikan mudah diterima kebenarannya.
  2. Repetisi. Informasi diberikan secara berulang-ulang dan terus menerus sehinga tanpa sadar kita meyakini kebenarannya.
  3. Komunitas. Anggota komunitas akan mudah mempercayai segala informasi yang diberikan oleh anggota komunitasnya sebagai suatu kebenaran.
  4. Emosi Intens.Kita tahu, saat ini emosi kita sedang dikocok-kocok secara sangat luar biasa. Tak henti-henti rasanya kita dibombardir dengan berita-berita, baik itu benar maupun ‘hoax’.
  5. Relaksasi. Cara ini adalah cara yang bisa digunakan untuk menenangkan dan melakukan penguatan atau afirmasi untuk mengimbangi informasi yang tidak memberdayakan. Lakukan selftalk atau afirmasi positif setiap hari paling tidak 2-3 kali sehari.

BACA JUGA: 10,5 Tips untuk Sehat dan Daya Tahan Tubuh Kuat

Maka ketika kamu menerima suatu informasi, biasa sajalah terlebih dahulu. Jangan langsung dicerna dan disebarluaskan. Pikir dan tenang terlebih dulu. Tetap waspada tapi tidak perlu paranoid berlebihan dan panik “seperti orang-orang”. Percayakan pada pemerintah, gak perlu sibuk menyebarkan isu tanpa keterangan yang tidak jelas sumbernya.

Saya pernah baca dalam sebuah artikel bahwa teroris itu hanya membunuh beberapa orang. Tapi efek ketakutannya bisa membunuh jutaan orang, bahkan ratusan juta dalam bentuk merosotnya nilai mata uang, pariwisata lumpuh dan ekonomi anjlok. Ambyarrr….

Mulai saat ini, setelah kamu membaca artikel saya ini, mudah-mudahan kamu akan lebih berhati-hati, mindset positif dan tidak dengan mudah menyebarkan berita tanpa diketahui kebenarannya.

Enggak tahu kenapa kamupun menyadari betapa dasyat dan bahayanya sebuah berita ‘hoax’, sama bahayanya seperti teroris.

So….
Masih mau menyebarkan berita tanpa keterangan ??? Jangan seperti seorang teroris yaaa…. Ingat-ingat efeknya sangat luar biasa bahayanya.

Salam Sukses dan Berdaya,

Terima kasih…

Salam Positive Selftalk,
DSW
Selftalk Specialist

Didin S Winata Selftalk Specialist

Selftalk to Your Body

Alih-alih terlalu fokus pada berita tentang Virus Corona yang menyebabkan kamu stress, takut, panik dan tidak berdaya…yukk kita lakukan ‘positive selftalk’ dan komunikasi dengan diri sendiri.

Virus Corona juga bukan ‘joke’ atau candaan. Ini sungguh serius. Maka seriuslah menghambat penyebaraannya, bukan menjadi candaan dan guyonan. Berikan perlindungan diri dan orang-orang terdekat. Paling tidak dengan doa-doa yang kamu panjatkan.

Selain berdoa, zikir dan meditasi, coba kamu lakukan juga selftalk atau berkomunikasi dengan diri sendiri. Lakukan afirmasi sebagai penguatan untuk diri kamu.

Semua ini tidak seburuk yang saya kira, semua akan baik-baik saja dan pulih kembali

Saya yakin semua kejadian yang tidak memberdayakan ini akan berlalu

Katakan pada tubuhmu:

Tubuhku engkau sungguh hebat dan menakjubkan. Engkau mempunya sel-sel dan organisme penyembuhan diri yang sangat menakjubkan

Tubuhku sangat jenius, ia tahu persis apa yang harus dilakukannya

Wahai tubuhku, aku perintahkan saat ini juga untuk selalu menciptakan keseimbangan. Seluruh sel-sel dan organ-organ tubuh senantiasa bekerja dengan baik sesuai fungsi masing-masing

Aku yakin dan percaya tubuhku selalu baik, baik dan selalu menjadi lebih baik.

Saya yakin dan percaya seluruh fungsi tubuhku sudah bekerja dengan baik dan normal

Sahabat selftalk,

Sering-seringlah kamu bersyukur dan menghargai tubuh kamu sendiri.

Katakan ketika kamu sedang beraktifitas tertentu ;

Saya bisa berjalan

Saya dapat berbicara

Saya dapat melihat

Aku bisa bernafas

Saya bisa bekerja

Saya bisa berkomunikasi

Aku bisa menulis, membaca, berlari, menari, bernyanyi, melompat dan bermain

Aku bisa minum kopi

Saya bisa nonton TV

Saya bisa tidur

Dan lain sebagainya…

BACA JUGA: Level Energimu Ada Dimana Saat Ini?

‘Last but not least’, teruslah berlatih selftalk positif sampai pada akhirnya kamu menemukan suatu pola pikir yang membuat kamu menjadi lebih baik dan berdaya lagi.

Dan mulai sekarang dan seterusnya setelah membaca tulisan ini, kamu akan menjadi pribadi yang memahami dan lebih sadar bahwa selftalk positif itu sangat penting, sehingga kamu memilih dan memutuskan untuk menjaga selftalk kamu sehingga hidup bahagia, damai, dan bermakna.

Dan enggak tahu kenapa setiap kali mengingat kata Positive Selftalk, hal itu akan membuat kamu merasa lebih optimis, percaya diri, lebih berkharisma, lebih berwibawa, lebih berdaya dan lebih menginspirasi kehidupan dengan perilaku positif.

Dan dalam hitungan ketiga, semua itu sekarang menjadi nyata di pikiran kamu.. satu… dua… tiga… silakan tarik dan keluarkan nafas,… ucapkan rasa syukur..dan kamu sekarang menjadi lebih bugar dan sehat dari sebelumnya.

Selamat mencoba,

Sukses dan Berdaya,

Get well soon earth

Terima kasih,

Salam Positive Selftalk,
DSW,
Selftalk Specialist

level energi perasaan tohazakaria positive selftalk mindset positif

Level Energimu Ada Dimana Saat Ini?

Yuukk sahabat….kita berhenti sejenak saja memberi atensi, koneksi, intensi berlebihan kepada kasus corona. Kekhawatiran, kepanikan dan ketakutan yang berlebihan hanya akan menurunkan level energi kita di tingkat yang sangat rendah.

Menurut David R Hawkins, PhD ketakutan, kekhawatiran dan kepanikan ada di level Force, kondisi energi dengan level cukup rendah. Maka pada kondisi itu tubuh kita menjadi kurang imunitas dan malah akan mengakibatkan tidak baik bagi tubuh kita.

Untuk penyembuhan diri, daya imun tubuh, peningkatan kesehatan, dan bahkan juga untuk peningkatan Magnet rejeki dan kekayaan. Maka kita perlu mengakses emosi-emosi positif yang mempunyai level energi di atas 200.

Jika kita terus memberikan atensi, koneksi, intensi pada corona maka akan terus melipatgandakan penyebaran virus karena atensi ini diikuti perasaan emosi takut, khawatir dan panik. Perasaaan emosi tersebut menurut David R Hawkins, PhD sangat rendah dan bisa memberikan energi besar pada penyebaran virus. Untuk menaikan level energi tersebut maka Anda perlu menggantinya dengan level energi yang tinggi, melalui do’a, menditasi, tafakur, perasaan damai, cinta sesama dan bahagia.

Lakukan terus zikir dan meditasi untuk menaikan level energi kita.

BACA JUGA: Be Aware of Your Selftalk

Salahnya, banyak orang di luar sana yang dengan bodohnya terus menyebarkan berita-berita menakutkan dan cenderung memberi rasa panik daripada menenangkan. Mengajak berdoa, berikhtiar dan mengajak menaikan level energi itu yang mestinya banyak digaungkan.

So, apa yang harus kita lakukan ? Tetap tenang namun tetap waspada, jaga diri, keluarga dan orang terdekat kita, menjaga kebersihan, jaga jarak, diam di rumah dan tidak pergi ke kerumunan banyak orang. Untuk membangun ketenangan maka lakukan terus dan perbanyak doa, zikir, meditasi, rosario dsb.

Dan yang lebih penting, pilah dan pilihlah berita yang menenangkan dan memberdayakan yang akan Anda share atau bagikan.

Selamat Pagi,

Salam damai semesta alam…

Get well soon earth

Salam sukses dan berdaya

DSW
Selftalk Specialist

Referensi: https://www.tohazakaria.com/level-energi-perasaan-david-r-hawkins/

Open chat
Daftar Di Sini
Powered by