Skip to content

The Power of Giving Compliment

didin s winata

“Orang yang sulit atau tidak pernah memuji menunjukkan kekeringan hatinya” (dsw)

Memberikan pujian bukanlah perkara mudah bagi mereka yang jarang melakukannya. Salah memuji bisa berikibat fatal. Kalau tidak tepat malah dianggap menyindir atau menghina. Padahal pujian sangat disukai oleh hampir semua manusia.

Memberi pujian mempunyai manfaat bagi kedua belah pihak. Pihak yang dipuji tentulah merasa senang sedang pihak yang memuji akan disenangi orang lain. Simbiosis mutualisme bukan? Dua-duanya diuntungkan. Lalu kenapa kita begitu sulit memuji orang lain padahal manfaatnya begitu jelas. Kalau bukan ego, mungkin ada sedikit kesombongan pada diri kita. Padahal pujian adalah salah satu kebutuhan kita, teman, sahabat bahkan keluarga kita sangat membutuhkannya.

Berikan pujian yang tulus
Anda mungkin pernah merasakan betapa menyenangkan ketika anda berada di dekat orang yang memuji anda dengan tulus dan hangat. Tapi betapa menyebalkannya jika anda berada didekat orang yang selalu menyalahkan dan mengkritik anda. Seolah anda tidak ada bagusnya. Sangat menyebalkan bukan?

Hampir semua orang menginginkan pujian dan itu sifat alami manusia. Teori Maslow mengatakan bahwa penghargaan atau respek merupakan kebutuhan dasar manusia. Dalam Maslow hierarki terlihat bahwa kebutuhan penghargaan menempati urutan tertinggi kedua setelah aktualisasi diri.

Pujian adalah kata positif yang mampu mendorong seseorang untuk bertindak lebih baik lagi. Saat itulah seseorang merasa di hargai, bangga, merasa di terima, sehingga membuat perasaannya seakan melayang (Yoga Pratama, 2016).

Memberikan pujian tidaklah merugikan kita, namun mengapa kadang kita sangat sulit melakukannya. Sebaliknya pujian akan membuat orang merasa senang. Dengan demikian maka orang akan lebih mudah menerima kehadiran kita. Dampak hebatnya, orang akan lebih menerima apa yang kita katakan. Luar biasa bukan?

Namun.. Tunggu dulu… Pujian yang bagaimana yang dapat di terima orang lain?

1.Pujian harus tulus dan objektif
Lakukan dengan kata-kata yang baik, intonasi yang pas dan sasaran yang tepat. Jika memuji “Wah tubuhmu sungguh proporsional” (padahal tidak).”Wah bajumu matching sekali”(padahal tabrakan), itulah contoh pujian yang tidak tulus.

2.Lakukan pujian di depan umum
Pujian akan lebih efektif jika di lakukan di depan umum. Pujian akan lebih bernilai dan berarti.

3.Pujian tidak terlalu sering
Jika terlalu sering, salah-salah anda akan di anggap mengejek. Lakukan pujian dengan intensitas yang sewajarnya

4.Lakukan pada saat yang tepat
Misalnya pada saat pertama kali bertemu atau pada saat pertemuan keluarga atau pada saat rapat. Misalkan menghargai atau memuji pendapat yang di kemukakan, atau memuji keberanianya dalam mengungkapkan pendapat.

So, berikanlah pujian untuk semua orang. Terlebih anak-anak dan istri anda. Mereka sangat membutuhkan apresiasi dan penghargaan kita.

Saya teringat salah satu prinsip dari NLP, “we go first !” , mulailah dari diri kita sebelum orang lain memulai pujian.

Abraham Lincoln mengatakan bahwa setiap orang menyukai pujian.

“Compliment people-Magnify their strengths-Not their weakness”

PS : TANTANGAN PUJIAN
lakukan sedikitnya 5 kali pujian setiap hari. Simpan 5 koin di saku sebelah kiri. Pindahkan satu koin setiap anda melakukan pujian. Pastikan 5 koin berpindah ke saku sebelah kanan. Selamat mencoba!

Thanks…. Arigatooo…

(dsw-motivaction)
-always motivate you to take action-
– Positive Self Talk –

Open chat
Daftar Di Sini
Powered by