Skip to content
growth-mindset-positive-self-talk-indonesia-didin-s-winata

Growth Mindset VS Fixed Mindset

Carol Dweck, seorang Profesor Psikologi mengemukakan bahwa seseorang yang mempunyai pola pikir bertumbuh atau berubah (Growth Mindset) adalah seseorang yang mempunyai karakter pantang menyerah atau mampu bertahan dalam menghadapi kesulitan atau kegagalan.

Bagi seseorang dengan type Growth Mindset kesulitan dan kegagalan adalah sesuatu yang dapat berubah. Mereka selalu yakin ada jalan keluar dan kesulitan serta kegagalan bisa dipecahkan. Kesulitan dan kegagalan tidaklah permanen!

Kegagalan dapat dirubah dan diperbaiki menjadi hal-hal yang lebih baik. Kegagalan adalah tantangan.

Karakter, kecerdasan, kemampuan dan kreatifitas bukanlah suatu bakat atau bawaan bagi seseorang. Semuanya itu dapat dipelajari dan dapat dirubah. Dapat diraih dan dikejar dengan usaha asalkan mau berusaha dan bekerja keras.

Seseorang dengan type Growth Mindset tidak akan diam terlebih berpangku tangan menghadapi dan meratapi kegagalan. Mereka akan berusaha dan bertahan, karena bagi mereka, karakter, kecerdasan, kemampuan dan kreatifitas bukanlah bakat atau bawaan. Semua dapat diraih dan diperoleh dengan usaha dan kerja keras.

Berbeda dengan si Fixed Mindset , mereka akan terhenti dan tidak melanjutkan usahanya. Karena orang dengan berpikir pola Fixed Mindset ini menganggap kecerdasan, kemampuan, kreatifitas dan karakter adalah bawaan seseorang dan sudah dimilikinya sejak lahir dan menurut mereka tidak dapat dirubah. Maka mereka akan berhenti karena merasa usahanya tidak mungkin akan berhasil.

Saya jadi teringat ketika masih sering bertanding dan juara di sekolah dulu. Saya merasa saya tidaklah berbakat dan pintar bukanlah bawaan. Saya hanya merasa saya berlatih dengan keras dan belajar keras. Ketika saya merasakan kekalahan, itu berarti usaha saya tidak semaksimal sebelumnya.

So, ada dimanakah posisi Anda saat ini ? Apakah di posisi Growth Mindset atau Fixed Mindset ? Apakah kesulitan itu permanen atau sementara ? Apakah kegagalan itu hantaman atau tantangan?

Thanks… Arigatooo…

Selamat pagi, selamat berakhir pekan..!

Salam sukses dan berdaya….

Wassalam,
DSW
Positive Self Talk Indonesia

Save Your Energy

Salah satu sahabat saya saat ini bekerja di sebuah organisasi pengembangan industri di bawah naungan badan Perserikat Bangsa-Bangsa. Tugasnya dalam bekerja adalah membantu mengurangi pemborosan dalam pemakaian energi, baik energi listrik, uap atau pemakaian air di industri tekstil di Indonesia.

Betapa pedulinya badan PBB tersebut akan ketersediaan energi di bumi agar tidak boros dan tidak cepat habis keberadaannya. Intinya adalah hemat energi dan tidak menghamburkan-hamburkan energi yang ada demi kepentingan anak cucu kita.

Tak ubahnya energi bumi yang harus di hemat dan tidak dibuang-buang, kitapun diharapkan tidak membuang-buang energi kita dengan percuma. Banyak hal di sekeliling kita yang tanpa kita sadari menyedot dan menarik energi kita ke dalamnya. Apa yang terjadi jika energi kita terbuang percuma dengan meresponnya? kita akan cepat lelah, capek, pusing, bingung, frustasi bahkan bisa sakit, baik jasmani maupun rohani !

Save Energy Positive Self Talk Indonesia
Save Energy Positive Self Talk Indonesia

Nampaknya, sesuai perkembangan jaman media sosial adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk membuang-buang energi kita.
Anda bisa lihat dan rasakan, betapa melelahkan jika kita harus mengomentari sebuah berita yang sedang viral, kita bisa saling bersahutan, berargumen, berbantah sama lain. Hasilnya apa? kebanyakan tanpa hasil dan solusi. Sedikit saja yang bisa menerima perbedaan pendapat. Karena memang, masing-masing mempunyai pendapat, prinsip dan keyakinan masing-masing.

Dalam ilmu yang saya pelajari, ternyata manusia dengan manusia lainnya ternyata saling menyerap energi. Sederhanya, coba Anda rasakan jika Anda sedang berada di sekitar orang yang sedang sedih, marah, kecewa, dendam, kebencian dan rasa tidak suka. Pasti akan Anda rasakan ketidaknyamanan. Sebaliknya, jika Anda berada di dekat orang yang yang senang dan bahagia, maka Anda akan ikut merasakan perasaan tersebut.
Anda akan nyaman jika berada di sekitar Anda yang satu frekuensi dengan Anda. Coba Anda perhatikan, Sahabat Anda atau teman Anda umumnya cocok dengan Anda bukan? Dan Anda merasa nyaman di dekatnya. Itu berarti Anda bisa jadi satu frekuensi dengan mereka !

So, jangan biarkan energi Anda terbuang percuma, hematlah dan selamatkan diri Anda.

Saya mempunyai teman yang sering kali membuang energi percuma dengan marah-marah dan mengeluhkan hal-hal remeh temeh. Saya melihat efeknya hingga mempengaruhi kondisi kesehatannya.

Bagaimna caranya agar energi kita tidak mudah terbuang dengan percuma ? Caranya adalah dengan tetap fokus pada diri sendiri. Hindari rasa ingin selalu mengomentari hal-hal yang tidak perlu di media sosial. Atau membicarakan suatu hal yang boleh jadi tidak penting buat orang lain atau diri Anda sendiri. Dengan demikian Anda tidak mudah menyerap energi negatif dari orang lain. Hal lain adalah milikilah ruang pribadi di diri Anda yang tidak boleh diganggu orang lain. Santai sejenak, meditasi, berdoa adalah cara terbaik untuk masuk ke ruang tersebut.

Akhirnya, untuk merawat dan menjaga kesehatan batin dan fisik Anda, sungguh diperlukan suasana hati yang teduh, pikiran yang jernih, dan jiwa besar dalam menghadapi perbedaan pandangan. Tanpa itu, kita akan senantiasa terkoyak oleh perbedaan itu sendiri.

Saya lihat, dengar dan rasakan bangsa ini sedang sangat “berisik”. So, mari mulai dengan diri kita sendiri untuk menjaga pikiran yang waras dan positif sebelum bangsa lain mentertawakan laku bodoh kita dan bangsa ini benar-benar bisa menjadi bangsa kuli yang hina-dina.
Atau sudah???

Salam sukses dan ‘hemat energi’ !

Didin S Winata
Positive Self Talk Specialist
www.positiveselftalk.id

didin-s-winata-positive-self-talk-specialist

PAYUNG EMOSI

Setiap hari kita akan menghadapi bermacam-macam perasaan yang akan hadir pada diri kita. Dimulai pada saat bangun tidur, kita akan banyak menghadapi keadaan atau kondisi yang mungkin saja dapat menguras perasaan emosi kita.

Ada banyak keputusan yang harus diambil dalam sehari. Ada beribu informasi yang akan masuk dalam otak kita. Ada berjuta kata yang akan keluar dari mulut kita. Ada begitu banyak kalimat yang terdengar oleh telinga kita. Ada banyak sesuatu yang akan terlihat oleh mata kita. Adapula berjuta perasaan yang akan di serap dan dirasakan batin kita.

Apa jadinya semua itu tanpa ‘Payung Emosi’? Apakah semua itu akan kita biarkan memasuki pikiran kita dan mengganggu emosi dan perasaan kita? Atau kita pilih dan seleksi sehingga tidak mengganggu emosi dan perasaan kita.

Pentingnya Payung Emosi

Tanpa payung emosi kita akan mengalami ‘banjir emosi’. Kita akan merasa sangat lelah karena energi kita terkuras banyak untuk menerima segala macam informasi yang masuk dalam pikiran kita. Emosipun campur aduk dan kita akan semakin lelah.

Payung Emosi berfungsi untuk menahan dan tidak menerima semua informasi dari luar. Dia juga berfungsi untuk menyaring dan mengendalikan hal-hal negatif yang mencoba masuk dalam diri kita. Kita tidak membiarkan semua informasi masuk dalam pikiran kita yang hanya akan menguras energi kita.

Memilih teman atau komunitas yang positif, baik dan membangun pribadi kita merupakan payung emosi yang cukup efektif. Kita mencoba meminimalkan pengaruh emosi yang negatif masuk dalam diri kita.

Berusaha peka dan memahami emosi orang lain adalah hal yang cukup penting sehingga kita mengetahui tindakan preventif apa yang harus di lakukan untuk menghindari kebocoran emosi.

Aware dan sadar diri. Jika mood kita sedang tidak baik maka cobalah untuk berhati-hati ketika merespon emosi seseorang. Kontrol diri saat yang tepat agar tindakan kitapun tetap.

Mengurangi aktifitas ingin tahu segala hal yang berkaitan dengan berita yang tidak perlu atau gosip murahan yang hanya memancing emosi kita sehingga terjadi kebocoran emosi.

So, Never let your emotions overpower your intelligence…

Thanks…. Arigatooo…

DSW-motivaction
-Always motivate you to take action-

didin-s-winata-positive-self-talk-specialist

Memori Penuh Terus ? Bersihkan Sampah Sampai Tuntas , hindari menjadi Pribadi Sampah!

Ketika Anda gagal mengunduh info-info baru, ilmu-ilmu baru atau hal-hal yang baru, kemungkinan besar otak Anda sudah banyak sampah emosi yang perlu dibersihkan. Jika sudah sangat menumpuk, akan membuat Anda akan sangat sensitif dan mudah sekali bereaksi dan menghakimi. Ambyarrr….kata Didi Kempot!

Ya….seperti halnya hape Anda, jika sudah terlalu banyak data-data di hape Anda, kemungkinan besar file-file di hape Anda suda penuh. Akibatnya apa….? hape Anda menjadi lemot dan sulit mengunduh file-file baru ! Sayangnya, boleh jadi file-file baru tersebut adalah file-file yang cukup penting dan dapat memberdayakan diri Anda.

So, caranya gampang, cukup luangkan waktu untuk membuang file-file yang tidak penting di hape Anda. Rajin-rajinlah Anda melakukan hal ini. Jika tidak, Anda akan pusing dan stress sendiri karena hape Anda menjadi terlihat tidak smart dan terkadang Anda dibuat bete olehnya. Malah sesekali Anda ingin membantingnya bukan ? Semoga saja bukan….hehehe…

Nah, gaesss…demikian juga dengan otak Anda, agar tidak mudah ngehank dan ‘sensi’ sering-seringlah membuang file-file negatif, caranya juga gampang….cukup uninstall pikiran yang tidak memberdayakan dalam PBS Anda dan install pikiran baru yang memberdayakan dalam PBS Anda.

Buang sampah emosi negatif seperti iri, dengki, dendam, tidak suka tidak jelas, reaktif, sensitif berlebihan, pemarah, dsb sehingga Anda sedikit ploong. Sempatkan untuk membuang luka batin Anda, seperti merasa dihinakan, merasa dikecilkan, merasa dikerdilkan, merasa tidak dianggap, diacuhkan, sehingga batin Anda menjadi ploong….

Hati-hati menjadi pribadi sampah!
Pribadi sampah adalah pribadi yang senang dan suka menyimpan emosi-emosi negatif, seperti yang saya sebutkan di atas. Itulah sebabnya pribadi sampah biasanya mudah stress, kecewa, tidak tenang dan bisa jadi malah mempunyai penyakit baik jasmani dan rohani. Ihh serem!

Yuuk kita berlalang hati, karena lapang hati lapang rejeki…!

Yuukk kita bersih-bersih…. bersih-bersih rumah, halaman, tempat kerja Anda, hape Anda…dan yang terpenting pikiran Anda !

Semangat !

Salam Sukses dan Berdaya,

DSW
Selftalk Specialist
Mind Programmer

Didin S Winata Positive Self Talk Specialist

Success is My Right

Jika syarat untuk sukses adalah ganteng maka Jack Ma tidak akan bisa sukses….

Jika syarat untuk sukses itu sempurna, maka Silvester Stallone tak akan setenar seperti sekarang

Jika syarat untuk sukses itu harus cantik, maka kita tak akan mengenal Oprah Winfrey

Jika syarat untuk sukses itu harus muda, maka kita tak. Akan menemui racikan ayam Colonel Sanders

Jika syarat untuk sukses itu harus pintar, maka Tukul tak akan kita kenal namanya

Jika syarat untuk sukses itu harus keren, maka Bob Sadino tak akan pernah sukses

Jika syarat untuk sukses itu harus berpendidikan tinggi, maka Andre Wongso tak akan pernah masuk jajaran Motivator tekenal Indonesia

Jika untuk sukses harus berbadan proposional, maka Jokowi yang kerempeng tak akan pernah kita kenal sebagai Presiden

Jika syarat untuk sukses harus sempurna fisiknya, maka Steve Wonder, Van Gogh, Rosevel, Helen Keller dan Stephen Hawkings tak akan kita kenal sampai sekarang.

*”Sukses adalah hak semua orang. Sukses hanya milik orang yang menginginkan dan berusaha meraihnya” *(dsw)

Thanks… Arigatooo…
Didin S Winata
Positive Self Talk Specialist

didin s winata

Gunakan 4P untuk menembus Pikiran Bawah Sadarmu!

Untuk memudahkan Anda ketika akan membuat sebuah selftalk, agar mudah dapat diterima oleh pikiran bawah sadar adalah dengan mengingat prinsip 4P.

P yang pertama adalah Positif
Gunakan kalimat yang positif ketika Anda akan membuat selftalk.
Contoh : “Saya layak kaya dan berkelimpahan” bukan, “Saya layak tidak miskin dan kekurangan”

P yang kedua adalah Present Tense (Saat ini)
“Mulai saat ini saya rajin olah raga”
Bukan,
“Mulai besok saya akan rajin olah raga”

P yang ketiga adalah Pribadi
Gunakan kata aku atau saya, bukan kita, kami, kalian, atau mereka
“Saya, Didin S Winata memiliki Mobil Pajero Baru di bulan Maret 2021”

P yang keempat adalah Persisten
Persisten atau pengulangan. Lakukan terus pengulangan sampai pikiran bawah sadar Anda mengerti pesan Anda. Makin banyak pengulangan akan semakin cepat dimengerti oleh pikiran bawah sadar Anda. Seperti dulu yang sering saya lakukan ketika melewati tol dalam kota. Sering saya katakan setiap melewati semanggi. “Saya bisa kerja di gedung bertingkat itu (BRI 2 Tower).

So, tunggu apalagi…. Buat kalimat positive self talk Anda….

Anda ingin apa….jangan tanggung-tanggung, biarkan semesta bekerja untuk Anda !

Ingat, di alam semesta ini ada yang namanya ‘Servo Mechanism’.

Katakan, “Saya layak kaya dan berkelimpahan…karena saya dicintai Tuhan”

Selamat Siang,

Didin S Winata
Positive Self Talk Specialist

#positiveselftalkforyoursuccess

didin s winata

The Power of Giving Compliment

“Orang yang sulit atau tidak pernah memuji menunjukkan kekeringan hatinya” (dsw)

Memberikan pujian bukanlah perkara mudah bagi mereka yang jarang melakukannya. Salah memuji bisa berikibat fatal. Kalau tidak tepat malah dianggap menyindir atau menghina. Padahal pujian sangat disukai oleh hampir semua manusia.

Memberi pujian mempunyai manfaat bagi kedua belah pihak. Pihak yang dipuji tentulah merasa senang sedang pihak yang memuji akan disenangi orang lain. Simbiosis mutualisme bukan? Dua-duanya diuntungkan. Lalu kenapa kita begitu sulit memuji orang lain padahal manfaatnya begitu jelas. Kalau bukan ego, mungkin ada sedikit kesombongan pada diri kita. Padahal pujian adalah salah satu kebutuhan kita, teman, sahabat bahkan keluarga kita sangat membutuhkannya.

Berikan pujian yang tulus
Anda mungkin pernah merasakan betapa menyenangkan ketika anda berada di dekat orang yang memuji anda dengan tulus dan hangat. Tapi betapa menyebalkannya jika anda berada didekat orang yang selalu menyalahkan dan mengkritik anda. Seolah anda tidak ada bagusnya. Sangat menyebalkan bukan?

Hampir semua orang menginginkan pujian dan itu sifat alami manusia. Teori Maslow mengatakan bahwa penghargaan atau respek merupakan kebutuhan dasar manusia. Dalam Maslow hierarki terlihat bahwa kebutuhan penghargaan menempati urutan tertinggi kedua setelah aktualisasi diri.

Pujian adalah kata positif yang mampu mendorong seseorang untuk bertindak lebih baik lagi. Saat itulah seseorang merasa di hargai, bangga, merasa di terima, sehingga membuat perasaannya seakan melayang (Yoga Pratama, 2016).

Memberikan pujian tidaklah merugikan kita, namun mengapa kadang kita sangat sulit melakukannya. Sebaliknya pujian akan membuat orang merasa senang. Dengan demikian maka orang akan lebih mudah menerima kehadiran kita. Dampak hebatnya, orang akan lebih menerima apa yang kita katakan. Luar biasa bukan?

Namun.. Tunggu dulu… Pujian yang bagaimana yang dapat di terima orang lain?

1.Pujian harus tulus dan objektif
Lakukan dengan kata-kata yang baik, intonasi yang pas dan sasaran yang tepat. Jika memuji “Wah tubuhmu sungguh proporsional” (padahal tidak).”Wah bajumu matching sekali”(padahal tabrakan), itulah contoh pujian yang tidak tulus.

2.Lakukan pujian di depan umum
Pujian akan lebih efektif jika di lakukan di depan umum. Pujian akan lebih bernilai dan berarti.

3.Pujian tidak terlalu sering
Jika terlalu sering, salah-salah anda akan di anggap mengejek. Lakukan pujian dengan intensitas yang sewajarnya

4.Lakukan pada saat yang tepat
Misalnya pada saat pertama kali bertemu atau pada saat pertemuan keluarga atau pada saat rapat. Misalkan menghargai atau memuji pendapat yang di kemukakan, atau memuji keberanianya dalam mengungkapkan pendapat.

So, berikanlah pujian untuk semua orang. Terlebih anak-anak dan istri anda. Mereka sangat membutuhkan apresiasi dan penghargaan kita.

Saya teringat salah satu prinsip dari NLP, “we go first !” , mulailah dari diri kita sebelum orang lain memulai pujian.

Abraham Lincoln mengatakan bahwa setiap orang menyukai pujian.

“Compliment people-Magnify their strengths-Not their weakness”

PS : TANTANGAN PUJIAN
lakukan sedikitnya 5 kali pujian setiap hari. Simpan 5 koin di saku sebelah kiri. Pindahkan satu koin setiap anda melakukan pujian. Pastikan 5 koin berpindah ke saku sebelah kanan. Selamat mencoba!

Thanks…. Arigatooo…

(dsw-motivaction)
-always motivate you to take action-
– Positive Self Talk –

Didin S Winata Selftalk Specialist

Self Talk yang Keliru

Sahabat DSW,

Terkadang kita keliru dalam berpikir dan berbicara dengan diri sendiri (self talk). Entah siapa ya memulai, entah siapa motivator yang mengatakan, kita sering menjumpai kalimat motivasi yang kelihatannya benar dan indah namun sangat tidak memberdayakan diri kita.

Perhatikan self talk ini ;

“Lebih baik GAGAL berkali-kali, daripada tidak pernah gagal sama sekali dan tidak pernah mencoba”

“Untuk sukses kita harus mengalami kegagalan-kegagalan terlebih dahulu , barulah kita menikmati kesuksesan”

“Namanya juga usaha atau bisnis, kegagalan dan ditipu orang itu hal biasa !”

Sahabat, kata-kata motivasi di atas sekilas tanpak benar. Namun berhati-hatilah karena kalimat tersebut sangat tidak memberdayakan. Jangan heran jika orang tersebut sangat akrab dengan yang namanya kegagalan.

Cobalah self talk tersebut diganti dengan;

“Lebih baik sukses berkali-kali daripada tidak sama sekali”

“Namanya juga usaha, kalau tidak sukses ya pasti untung dan untung terus”

“Sukses itu gampang, sukses itu mudah, entah kenapa setiap saya menjalankan bisnis dan usaha selalu saja lancar dan banyak teman mendukung saya”

So, sahabat usahakan terus ber positive self talk, karena kata-kata yang keluar adalah doa dan yang pertama mendengar adalah diri sahabat sendiri.

Selamat malam selamat berakhir pekan..
Salam sukses dan berdaya !

DSW
Menulis adalah caraku memotivasi diri

mental-pemenang-positive-self-talk-didin-s-winata

Challenge Your Limit, Menginstal Software ‘Mental Pemenang’ di Pikiran Bawah Sadar

“Aaahhh…Itu sulit..!” “Enggak mungkin…!”

Entah mengapa saya tidak begitu nyaman dengan kosa kata ‘sulit’, ‘sukar’, ‘menyerah’, ‘tidak mungkin’, atau ‘tidak bisa’. Sebab kosa kata itu seperti sebuah kata penghancur atau penghalang terhadap sebuah keinginan atau cita-cita. Bagi saya kosa kata tersebut adalah tempat yang empuk dan nyaman bagi si pemalas untuk mencoba. ‘Tempat berlindung’ bagi si pencari alasan karena sebuah kegagalan. Kosa kata tersebut milik si pecundang bukan sang pemenang.

Daripada kita mengatakan ‘sulit’ dan ‘tak mungkin’, lebih baik kita menganalisis faktor-faktor yang menjadi penyebab ketidakberhasilan tersebut. Untuk selanjutnya kita baru fokus kepada usaha perbaikan. Pemenang selalu mencari cara, pecundang mencari-cari.

Ada kemungkinan hal tersebut di sebabkan oleh faktor-faktor berikut:

  • Belum ditemukan cara terbaik untuk mencapai target atau tujuan.
  • Belum ditemukan metode yang tepat untuk meraih keinginannya.
  • Target yang keliru, belum jelas dan terlalu besar, sehingga target perlu di-‘chunk down‘ menjadi lebih kecil dan spesifik.
  • Usaha yang belum maksimal karena terbebani target yang terlalu besar, general atau umum.
  • ‘Willpower’ atau keinginan yang mulai melemah sehingga perlu di-‘charge‘ kembali. Salah satu ‘trick’ menaikan tingkat ‘willpower’ adalah dengan meninjau ulang target yang dibuat dan membaginya menjadi bagian-bagian kecil (chunks down)

Berikut adalah contoh-contoh orang yang mempunyai ‘mental pemenang’, gigih dan pantang menyerah.

Seandainya Thomas Alpha Edison mengatakan sulit, maka kemungkinanan besar kita tidak akan menikmati lampu pijar seperti sekarang. Seribu cara di lakukan olehnya.

Jika Kattie Holmes mengatakan tidak mungkin menikah dengan Tom Cruise, maka dia tidak akan mengatakan pada dirinya seperti ini, “Someday, you will be my husband!” dan terbukti dia menikah dengan Tom Cruise.

Jika Napoleon Bonaparte mengatakan sulit dan tidak mungkin, maka dia tidak akan berhasil menguasai daratan Eropa serta dikenang dalam sejarah sampai saat ini.

Seandainya Kolonel Sanders mengatakan sulit dan tidak mungkin, maka dia tidak akan menemukan resep rahasianya yang sekarang kita nikmati.

BACA JUGA: Mengapa Anda Perlu Bertemu Orang Sukses?

Seandainya Ir. Soekarno mengatakan sulit dan tak mungkin, bisa jadi NKRI tidak akan terbentuk.

Seandainya Lance Armstrong mengatakan sulit dan tak mungkin maka dia tidak akan bisa menjuarai balap sepeda Tour de France sebanyak tujuh kali setelah bangkit dari penyakit cancer yang menderanya.

Seandainya, Silvester Stalone mengatakan sulit dan tak mungkin, karena ketika dia berbicara, suaranya tidak jelas dan terdapat cacat di bagian pipi dan bibirnya. Naskah filmnya sering ditolak. Jika dia menghentikan usaha dan menghentikan langkahnya, maka dia tidak akan menjadi aktor yang sangat terkenal seperti saat ini.

Seandainya Sun Yat Sen mengatakan sulit, maka dia tidak akan menjadi bapak modern China dan berhasil di usahanya yang ke 9 kali.

Ketika Donald Trump mengatakan sulit dan tak mungkin, maka dia tak akan menjadi presiden Amerika di usianya yang ke 70.

Ketika Vujicic Nick mengatakan sulit dan tak mungkin karena sindrom tentra-amelia dan cacat tubuhnya, maka dia tidak akan terkenal dan menjadi motivator seperti sekarang ini.

Jikalau Wang Deshun mengatakan sulit dan tak mungkin, dia tak akan berhasil belajar bahasa inggris di usia 45 tahun, mulai belajar fitness di usia 50 tahun dan menjadi model terkenal di usia 79 tahun.

Jikalau Hellen Keller mengatakan sulit dan tak mungkin, kemungkinanan dia tidak akan lulus dari Harvard University dalam kondisi bisu, tuli dan buta.

Jikalau Ucok Baba mengatakan sulit dan tidak mungkin, maka kemungkinan dia tidak akan menjadi artis dan presenter terkenal.

Jikalau Martin Luther King mengatakan sulit dan tidak mungkin, maka kemungkinan besar warga kulit hitam tetap akan jadi budak dan terpinggirkan

Terlalu banyak jika diungkapkan di sini, mereka yang menentang kata ‘sulit’ dan ‘tak mungkin’. So, carilah cara dan metode untuk mencapai keinginan dan target anda. Hanya orang yang berhasilah yang mampu menaklukan kata ‘sulit’ dan ‘tak mungkin’ dan itu saya yakin salah satunya adalah anda! Good Luck!

Pemenang fokus pada solusi, pecundang fokus pada masalah.

Break your limit… Nothing Imposible!

Terima Kasih,

Salam Pemberdayaan Diri

Didin S Winata
Selftalk Specialist
Trainer Pemberdayaan Diri dan Positive Self Talk

didin-s-winata-positive-self-talk-specialist-4

Mengapa Anda Perlu Bertemu Orang Sukses?

Sahabat,

Tidak semua orang mampu dan bisa berinteraksi dengan orang yang tinggi derajatnya semisal orang yang telah sukses, kaya raya, terkenal dan orang hebat lainnya.

Seringkali perasaan minder dan rendah diri mengalahkan dirinya untuk berjumpa orang yang menurutnya lebih hebat dari dirinya.

Perasaan minder itu muncul karena mereka memposisikan dirinya jauh di bawah orang sukses tadi dan memposisikan orang sukses tadi jauh melambung di atas dirinya.

Kita tak boleh minder

Kita tidak boleh minder, karena yakinlah bahwa setiap orang pasti mempunyai kelemahan dan kekurangan. Dibalik kesuksesan pastinya ada celah kekurangannya.

Orang suksespun sama seperti kita, mempuanyai ritual yang sama dengan kita seperti makan, minum, tidur dan buang air besar. Jadi, apa yang orang sukses lakukan mestinya kitapun dapat melakukannya.

Lalu… Mengapa kita harus berani perlu sering bertemu dengan orang sukses, kaya raya, shaleh, berilmu dan orang hebat lainnya ?

  1. Anda bisa menarik energi positif dan vibrasi positif dari mereka sehingga Anda senantiasa bersemangat dan termotivasi.
  2. Anda bisa belajar dari mereka dan katakan dalam hati Anda bahwa Anda perlu menjaga hubungan atau konektifitas dengan orang yang lebih tinggi levelnya dari diri Anda. Lebih sukses, lebih, hebat, lebih pintar dari diri Anda.
  3. Anda perlu ‘makanan batin’, atau menyerap energi dari orang yang mempunyai frekuensi lebih tinggi untuk mendapatkan ‘cipratannya’. Jika Anda ketemu orang yang lebih pintar maka Anda berharap ‘cipratannya’, demikian juga dengan orang sukses maka Anda berharap mendapat ‘cipratan’ kesuksesannya.

BACA JUGA: Toleransi Beragama Ala Jepang, Pengalaman Tinggal dan Makan Sahur di Jepang

So, jangan minder ketemu orang sukses. Sadarilah mereka pintar karena sudah belajar banyak hal, mereka sukses karena sudah banyak melakukan usaha yang sangat keras, mereka kaya karena mereka sudah melakukan usaha sejak lama.

Sekali lagi..serap energinya, samakan frekuensinya dan banyaklah belajar dari mereka yang sudah sukses. Bukan malah menjauhi dan membencinya!

Selamat Siang,
Salam Sukses dan Berdaya,

DSW
Damai, Sugih, Waras
Positive Self Talk

Open chat
Daftar Di Sini
Powered by